Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17Page 18Page 19Page 20Page 21Page 22Page 23Page 24Page 25Page 26Page 27Page 28Page 29Page 30Page 31Page 32Page 33Page 34

Page 1 of 34
next >

AUDIT TEKNOLOGI INFORMASI PADA CV. X

Aditya Handayani., S.Kom

Imelda ST., MT

ABSTRAK

CV. X telah memiliki dan memanfaatkan unsur-unsur teknologi informasi untuk

mengelola aktifitas-aktifitas pendukung perusahaan. Namun dalam

penerapannya, masih terdapat kesalahan yang mendasar dalam penerapan

teknologi informasi seperti pengelolaan keuangan, pengelolaan barang, sistem

pembelian dan penjualan, inventory dan lain sebagainya, dimana apabila

terdapat persoalan yang dapat mengganggu kinerja dari infrastruktur TI akan

sangat menggangu aktivitas operasional pada perusahaan. Permasalahan

muncul ketika adanya kesenjangan (gap) dari tata kelola TI yang ideal dengan

kondisi TI pada perusahaan saat ini. Sebagai penyelesaian permasalahan

diatas, maka diperlukan pengukuran dalam tata kelola TI agar terjadi

penyelarasan tata kelola TI. Salah satu standar yang digunakan untuk

mengelola TI adalah ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

yaitu sebuah konsep kebijakan mengenai pengelolaan TI agar teknologi

tersebut dapat diintegrasikan dengan proses bisnis yang dimiliki oleh

perusahaan. Penggunaan framework ITIL dalam proses audit TI dikarenakan

ITIL dapat menggambarkan panduan dalam manajemen layanan TI, dimana

ITIL menyediakan kerangka kerja bagi tata kelola TI dan berfokus terhadap

pengukuran terus-menerus dan perbaikan kualitas layanan TI yang diberikan

baik dari sisi proses bisnis maupun perspektif pelanggan. Berdasarkan hasil

audit pada CV. X, didapatkan beberapa kesimpulan yaitu untuk audit current

condition yang dilakukan terhadap tata kelola teknologi informasi pada

perusahaan hasilnya adalah 2.27 pada tingkat Repeatable. Dari perspektif

proses manajemen menghasilkan tingkatan warna merah (Red)= kurang/low.

Dari perspektif pelanggan menghasilkan tingkatan warna kuning (Amber =

cukup/ok. Tidak adanya prosedur kebijakan menyangkut tata kelola TI

mengakibatkan terjadinya kesenjangan/gap 1 tingkat antara kondisi sekarang

dengan kondisi yang ideal baik itu dari maturity level, perspektif proses

manajemen maupun perspektif pelanggan.

I.

PENDAHULUAN

CV. X adalah sebuah perusahaan garmen yang dalam menjalankan proses

bisnisnya tidak lepas dari dukungan TI. Penggunaan TI mulai dari

pengelolaan pembelian/penjualan, inventory, keuangan masih dilakukan

secara konvensional dalam artian semua informasi dicatat dan diinput melalui

program sederhana. Saat ini, CV. X telah memiliki dan memanfaatkan unsur-

unsur teknologi informasi untuk mengelola aktifitas-aktifitas pendukung

perusahaan. Namun dalam penerapannya, masih terdapat kesalahan yang

mendasar dalam penerapan teknologi informasi seperti pengelolaan keuangan,

pengelolaan barang, sistem pembelian dan penjualan, inventory dan lain

sebagainya. Keberadaan infrastruktur TI umumnya difungsikan untuk