Page 1Page 2Page 3Page 4Page 5Page 6Page 7Page 8Page 9Page 10Page 11Page 12Page 13Page 14Page 15Page 16Page 17

Page 1 of 17
next >

PENGGUNAAN JARINGAN SYARAF TIRUAN DENGAN METODE

BACKPROPAGATION DALAM MEMPREDIKSI

INDEKS HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG)

Oleh: Wisnu HendroMartono, Dian Hartanti

Teknik Informatika STT-PLN

ABSTRAK

Peramalan adalah suatu cabang ilmu untuk memprediksi kejadian yang mungkin terjadi di

masa yang akan datang berdasarkan kejadian yang terjadi di masa lampau. Peramalan

harga saham telah banyak dilakukan di dunia industri sebagai sebuah instrument keuangan

yang penting. Terdapat banyak metode peramalan, namun peramalan dengan

menggunakan jaringan syaraf tiruan banyak digunakan karena memiliki banyak

keuntungan. Salah satu metode peramalan yang berkembang saat ini adalah menggunakan

Artificial Neural Network

menarik dan banyak digunakan untuk menyelesaikan masalah pada beberapa bidang

time series

Forecasting

Backpropagation neuron network

tiruan, nilai MSE yang didapatkan adalah 3,636604. Setelah bobot dan bias dioptimasi

pada saat pelatihan dengan iterasi sebanyak 50 kali dihasilkan nilai MSE sebesar

0,0922114. Pada saat bobot dan bias yang telah dioptimasi digunakan pada jaringan syaraf

tiruan untuk meramalkan nilai IHSG pada periode mendatang, nilai MSE yang didapatkan

adalah 0,0348015. Nilai MSE yang didapatkan telah memenuhi nilai kondisi atau syarat

sebagai sebuah metode peramalan yang baik karena mampu memenuhi syarat nilai

Kata Kunci :

Peramalan, IHSG, Optimasi, Jaringan Syaraf Tiruan, Algoritma Back

propagation.

BAB I

PENDAHULUAN

Saham dapat didefinisikan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau

badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar

kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang

menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar

penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut (Darmadji dan Fakhruddin, 2001).

Peran pasar saham dalam perekonomian di Indonesia saat ini melembaga. Saat ini

pembelian saham menjadi salah satu pilihan modal yang sah. Banyak faktor yang

mempengaruhi kestabilan sebuah sistem industri dalam suatu organisasi, termasuk masalah

keuangan dimana salah satunya adalah mengenai pergerakan pasar saham.

et al

sebagai sebuah instrumen dasar dan indikator dalam keuangan.

Pergerakan pasar saham selalu berubah-ubah setiap hari dan merupakan kegiatan

yang penting serta sangat sulit dilakukan (Tan, 1995). Kegiatan memprediksi pergerakan